Rasa Kidung, Engwang Suksma Adiluhung, Yang Widhi, Oleh Kridaning Gusti, Gelar Gulung Kersaning Kang Maha Kuasa - "REYOG"

1/08/2014

Rembulan dan Matahari

Sekilas Filem Klasik "Rembulan dan Matahari" [1979]


Sutradara/Skenario: Slamet Rahardjo Pemain: Christine Sukandar, Djago Sasongko, Hasan Sanusi dan Nungki Kusumastuti. Tentang MITOS yang berkembang di Ponorogo, tempat para tokoh bermain, mengilhami judul film itu. Konon Ponorogo berasal dari dua kata: Pramono yang dalam bahasa Jawa berarti matahari -- sumber cahaya bagi rembulan dan seluruh kehidupan di bumi -- dan rogo yang berarti badan wadag.

8/22/2013

Tua Nan Muda

Pagi itu(22/8), Matahari mendahului mata ini memulai aktivitas, alias saya bangkong(bangun kesiangan). Memang apa-apa(negasi dari tidak apa-apa). Pagi itu saya bergegas berangkat ke Desa Kalisat, Bungkal, Ponorogo. Tujuannya mengantarkan satu set kurang 2 buah Angklung yang tua dan rusak ke pengrajin/ seniman Angklung agar diperbaiki(alias servis). Angklung ini adalah bagian dari seperangkat gamelan Organisasi dan Paguyuban yang saya ikuti.

 
Beberapa menit kemudian, sampailah saya di rumah pengrajin/ seniman tersebut. Halaman yang cukup luas dan bangunan tua yang masih berdiri. Tak lama, seorang "tua nan muda" berjalan keluar, mengajak masuk ke dalam bangunan tersebut. Tujuan awalpun saya sampaikan. Belum sempat berkenalan, simbah bergegas ke serambi samping rumahnya yang di pinggir jalan raya dan berpemandangan jauh di timur sawah serta pegunungan Wilis.

8/19/2013

"Pi"

"Pi"
ketika kau berdiri di seberang, mendekat, terus mendekat, lebih dekat, sangat dekat, dan ingin kudekap . . . tiba-tiba suara merdu memanggilmu, kau menoleh, berjalan ke arahnya, menjauh, terus menjauh, lebih jauh, dan menyelamlah . . . sesekali kau terlihat menghirup udara dan tertawa . . . hilang, terlihat, hilang, terlihat, hilang . . . sedang aku tetap menari dan berdendang . . . merangkak, berdiri, melompat, berlari, dan berhenti ketika kau terlihat . . . dari atap telaga, di hadapan matahari, di antara pepohonan tinggi nan tua . . . "Pi"

8/05/2013

Kembali

Bulan Ramadhan untuk tahun ini hampir usai, Hari Kemenangan Idul Fitri tinggal beberapa langkah lagi, akankah kita menang? silahkan jawab, tentunya dengan wiraga, wirama, dan wirama yang dapat dipertanggung jawabkan. Pada diri sendiri, orangtua, lingkungan, dan tentunya kepada TUHAN.

Alun-alun Ponorogo
Jalan-jalan mulai ramai dengan lalu-lalang manusia, berjalan, berlari, dengan berbagai perasaan yang berbeda. Senang, susah, ikhlas, ataupun marah, silih berganti dan berarus. Salah banyak dari mereka, sebut saja dengan nama "Pemudik". Pemudik itu melakukan perjalanan kembali dari tempat yang jauh di mato orangtua. Kembali dengan membawa hasil perjuangan hidup yang sementara dihentikan, untuk bercengkrama kembali dengan suasana tanah leluhur.