Gayeng, karena rasa adalah segalanya
Ponorogo telah terkenal dengan Kesenian Reyog. Sedangkan saya hanyalah makhluk yang akan membusuk di makan bakteri pengurai, dengan kata lain kiamat sugro (T.T) . . . . wes hewes hewes bablas nyawane. Salam damai untuk semua makhluk Allah SWT.
Postingan tentang kata “gayeng”, sebuah kata yang beberapa kali ini menggetarkan gendang telinga hingga tersimpan dalam-dalam dipikiran. Setiap kali ada latihan ataupun pementasan Kesenian Reyog, kata “gayeng” sering terucap jelas dan dibumbui canda tawa terbahak-bahak dalam pertemuan gerak dan irama. Memang menyenangkan dan memuaskan.
Ponorogo telah terkenal dengan Kesenian Reyog. Sedangkan saya hanyalah makhluk yang akan membusuk di makan bakteri pengurai, dengan kata lain kiamat sugro (T.T) . . . . wes hewes hewes bablas nyawane. Salam damai untuk semua makhluk Allah SWT.
Postingan tentang kata “gayeng”, sebuah kata yang beberapa kali ini menggetarkan gendang telinga hingga tersimpan dalam-dalam dipikiran. Setiap kali ada latihan ataupun pementasan Kesenian Reyog, kata “gayeng” sering terucap jelas dan dibumbui canda tawa terbahak-bahak dalam pertemuan gerak dan irama. Memang menyenangkan dan memuaskan.


