Home » All posts
1/17/2013
11/24/2012
OBYOKAN
Kesenian Reyog telah membawa nama Ponorogo jalan-jalan di daerah lain
hingga di kenal penduduk Bumi. Mungkin penduduk luar Bumi(ciyussssss...he...he...) mengenal kesenian tradisional yang khas ini. Selamat! Terima kasih terucap
untuk leluhur Seniman Kesenian Reyog, yang mungkin tidak menyangka menjadi sorotan
jutaan mata.
Mari kita kembali ke judul, “OBYOKAN”. Sejak saya ikut disalah satu paguyuban Reyog di Ponorogo, cukup sering mendengar kata tersebut. Selain itu, ada kata “REYOG GARAPAN”, ”REYOG FESTIVAL”, “TABUHAN”, dan masih banyak lagi juga sering diucapkan teman-teman. Kali ini saya ingin membahas sedikit yang telah terdengar dan masih ada dalam ingatan tentang “OBYOKAN”.
Mari kita kembali ke judul, “OBYOKAN”. Sejak saya ikut disalah satu paguyuban Reyog di Ponorogo, cukup sering mendengar kata tersebut. Selain itu, ada kata “REYOG GARAPAN”, ”REYOG FESTIVAL”, “TABUHAN”, dan masih banyak lagi juga sering diucapkan teman-teman. Kali ini saya ingin membahas sedikit yang telah terdengar dan masih ada dalam ingatan tentang “OBYOKAN”.
Menurut apa yang terlihat mata, “OBYOKAN” pada umumnya merupakan hiburan
tradisional khas Ponorogo berupa Tari Warok, Jathil, Bujangganong/ Ganongan,
dan Tari Reyog/Barongan yang diiringi tabuhan sekelompok Pengrawit Reyog.
Terkadang dalam “OBYOKAN”, Tari Kelana juga di ditampilkan, namun sangat jarang
sekali. Di sini, kecuali Jathil, penari ataupun pengrawit tidak hanya orang tertentu
atau yang ditentukan saja, warga sekitar yang bisa menari/menabuh juga
dipersilahkan berpartisipasi, asalkan mampu. Biasanya tarian yang diminati
warga adalah Tari Ganongan dan Tari Reyog/Barongan. Sedangkan penari Jathil
sudah ditentukan sebelumnya. “OBYOKAN” juga sering disebut “GEBYAKAN”.
“OBYOKAN” dipentaskan dalam acara/hajatan seseorang atau perkumpulan. Misalnya, Syukuran RT, Lurah, Camat, atau Bupati baru, khitanan, pernikahan dan lain-lain. “OBYOKAN” dipentaskan di suatu tempat, kemudian berjalan berpindah tempat apabila yang mempunyai hajat menghendaki.
Seperti itulah sedikit cerita tentang “OBYOKAN”. Yang menarik di sini, hiburan tersebut terdengar dan terasa penuh energi. Energi cinta untuk menjaga dan merawat kesenian khas leluhur yang melegenda di Bumi Pertiwi. Meskipun terdengar kabar burung tentang sisi negatif “OBYOKAN”, Ayo Generasi Penerus! Kita meneruskan dengan cipta, rasa, dan karsa yang positif. Salam damai!
“OBYOKAN” dipentaskan dalam acara/hajatan seseorang atau perkumpulan. Misalnya, Syukuran RT, Lurah, Camat, atau Bupati baru, khitanan, pernikahan dan lain-lain. “OBYOKAN” dipentaskan di suatu tempat, kemudian berjalan berpindah tempat apabila yang mempunyai hajat menghendaki.
Seperti itulah sedikit cerita tentang “OBYOKAN”. Yang menarik di sini, hiburan tersebut terdengar dan terasa penuh energi. Energi cinta untuk menjaga dan merawat kesenian khas leluhur yang melegenda di Bumi Pertiwi. Meskipun terdengar kabar burung tentang sisi negatif “OBYOKAN”, Ayo Generasi Penerus! Kita meneruskan dengan cipta, rasa, dan karsa yang positif. Salam damai!
11/16/2012
When the children dance together
Selamat malam manteman blogger di mana saja berada. Selamat berjumpa lagi dengan saya di dunia yang maya ini. ho ho ho . . . Sekitar 3 bulan saya kurang fokus posting soal apa di sini. Mungkin dikarenakan beberapa kegiatan di atas tanah yang cukup menguras tenaga, pikiran, dan perasaan, membuat saya kelelahan sehingga kurang memperhatikan blog ini. Di hari-hari awal Tahun 1434 H ini, saya ingin mengucap Mohon maaf atas salah di tahun yang lalu. Salam damai!!!
Baru saja kita lewati tanggal 1 Suro(Kalender Jawa). Khususnya di daerah Pulau Jawa, tanggal tersebut merupakan salah satu yang dikeramatkan penduduk lokal Jawa. Di Ponorogo sendiri juga diadakan ritual 1 Suro yaitu GREBEG SURO. Rentetan acara dimulai dari FRN(Festival Reyog Nasional) di Panggung Utama Ponorogo, Kirab Pusaka, Larungan di Telaga Ngebel dan GREBEG TUTUPAN di Petilasan Bantarangin, Sumoroto.
8/11/2012
Pandji-pandji Merah Poetih
Sinar matamoe tadjam namoen ragoeKokoh sajapmoe semoea tahoe
Tegap toeboehmoe takkan tergojahkan
Koeat djarimoe kalaoe mentjengkeram
Bermacam soekoe jang berbeda
Bersatu dalam tjengkeramanmu
Angin genit mengeloes merah poetihkoe
Jang berkibar sedikit maloe-maloe
Merah membara tertanam wibawa
Poetihmoe sutji penoeh charisma
Poelaoe-poelaoe jang berpencar
Bersatoe dalam kibarmoe
Terbanglah garoedakoe
Singkirkan koetoe-koetoe di sajapmoe oh.....
Berkibarlah benderakoe
Singkirkan benaloe di tiangmoe
Djangan ragoe dan djangan maloe
Toendjoekkan pada doenia
Bahwa sebenarnja kita mampoe
Jang berkibar sedikit maloe-maloe
Merah membara tertanam wibawa
Poetihmoe sutji penoeh charisma
Poelaoe-poelaoe jang berpencar
Bersatoe dalam kibarmoe
Terbanglah garoedakoe
Singkirkan koetoe-koetoe di sajapmoe oh.....
Berkibarlah benderakoe
Singkirkan benaloe di tiangmoe
Djangan ragoe dan djangan maloe
Toendjoekkan pada doenia
Bahwa sebenarnja kita mampoe
Mentari pagi soedah memboemboeng tinggi
Bangoenlah poetra-poetri iboe pertiwi
Mari mandi dan gosok gigi
Setelah itoe kita berdjandji
Bangoenlah poetra-poetri iboe pertiwi
Mari mandi dan gosok gigi
Setelah itoe kita berdjandji
Tadi pagi esok hari ataoe loesa nantiGaroeda boekan boeroeng perkoetoet
Sang saka buoekan sandang pembaloet
Dan tjoba kaoe dengarkan
Pancasila itoe boekanlah roemoes kode boentoet
Jang hanja berisikan harapan
Jang hanja berisikan chajalan
- Iwan Fals - Bangoenlah Poetra Poetri Pertiwi -
Soember Gambar :
- http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Pasukan_Prajurit_Majapahit.jpg&filetimestamp=20120522081910
- http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Indonesian_flag_raised_17_August_1945.jpg&filetimestamp=20090622105756
- http://telukbone.blogspot.com/2012/06/bendera-pusaka-kerajaan-bone_11.html
- http://www.atjehcyber.net/2012/07/merebut-kembali-kejayaan-aceh.html
- http://sisingamangarajaxii.blogspot.com/2008/09/peran-raja-sisingamangaraja-xii-dalam.html
Subscribe to:
Posts (Atom)





